Tampilkan postingan dengan label Emis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emis. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2025

Kontingen PENTAS PAI SMA Kabupaten Tasikmalaya Raih Prestasi di Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025

 

Kabupaten Tasikmalaya, Setelah sebelumnya resmi dilepas oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, kontingen PENTAS PAI SMA Kabupaten Tasikmalaya berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang PENTAS PAI SMA Tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025.

Dalam kompetisi yang digelar di Universitas Islam Bandung (UNISBA) tersebut, para peserta dari Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih beberapa kategori juara, di antaranya: Juara 1 Pidato Putra atas nama M. Rasyid Ridho dari SMA KHZ Musthafa Sukamanah, Juara 2 MTQ Putra atas nama Hasbi Abdul Aziz dari SMA Sabilul Huda, Harapan 3 Kreasi Desain Busana atas nama Zakiyah Darajat dari SMA Darussalam Rajapolah, dan Harapan 3 Kaligrafi atas nama Alvarini dari SMAN 1 Karangnunggal.

Hasil ini menjadi capaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan kerja keras, dedikasi, dan semangat kompetitif para peserta dalam membawa nama baik Kabupaten Tasikmalaya di tingkat provinsi.

Kepala Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil memperoleh medali dan mengharumkan nama daerah. Beliau memberikan apresiasi atas kesungguhan para siswa serta peran penting guru PAI pendamping yang terus membimbing, melatih, dan mendampingi para peserta hingga proses kompetisi selesai.

Beliau juga menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan ikhtiar, kedisiplinan, serta komitmen untuk memberikan penampilan terbaik. Dalam kesempatan ini, Kepala Seksi PAIS turut menyampaikan semangat bagi peserta yang belum berhasil meraih juara pada tahun ini. Beliau menegaskan bahwa kompetisi masih terbuka luas di masa mendatang, sehingga para siswa diharapkan tidak berkecil hati, tetap Hasil ini menjadi capaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan kerja keras, dedikasi, dan semangat kompetitif para peserta dalam membawa nama baik Kabupaten Tasikmalaya di tingkat provinsi.

Kepala Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil memperoleh medali dan mengharumkan nama daerah. Beliau memberikan apresiasi atas kesungguhan para siswa serta peran penting guru PAI pendamping yang terus membimbing, melatih, dan mendampingi para peserta hingga proses kompetisi selesai.

Beliau juga menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari proses panjang yang melibatkan ikhtiar, kedisiplinan, serta komitmen untuk memberikan penampilan terbaik. Dalam kesempatan ini, Kepala Seksi PAIS turut menyampaikan semangat bagi peserta yang belum berhasil meraih juara pada tahun ini. Beliau menegaskan bahwa kompetisi masih terbuka luas di masa mendatang, sehingga para siswa diharapkan tidak berkecil hati, tetap semangat, dan terus mengasah kemampuan agar siap berkompetisi pada ajang berikutnya.

Keberhasilan kontingen Kabupaten Tasikmalaya ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan guru PAI di jenjang SMA untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing, serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Jumat, 28 November 2025

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Resmi Lepas Kontingen PENTAS PAI SMA Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025

 

Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 28 November 2025, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan acara pelepasan peserta Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) SMA Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Kegiatan yang digelar di Aula Kemenag Kabupaten Tasikmalaya ini dihadiri oleh Kepala Seksi PAIS, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., jajaran pegawai Seksi PAIS, para guru pendamping MGMP PAI SMA, serta siswa-siswi peserta lomba.

kontingen Kabupaten Tasikmalaya akan bertanding di Universitas Islam Bandung (UNISBA). Sebanyak 16 siswa-siswi terbaik ikut serta sebagai perwakilan resmi setelah sebelumnya meraih juara pada PENTAS PAI SMA tingkat kabupaten. Mereka akan berlaga pada berbagai kategori, yaitu MTQ Putra, MTQ Putri, Pidato Putra, Pidato Putri, Olimpiade PAI, Kreasi Desain, Konten Kreatif, Debat PAI, Seni Nasyid, dan Kaligrafi.

Dalam sambutannya, Dr. Akhmad Buhaiti memberikan motivasi dan pesan penting bagi seluruh peserta. Ia mengajak para siswa untuk senantiasa mengawali langkah dengan doa dan menjaga kesiapan mental maupun fisik. Ia menekankan bahwa ketika saat tampil tiba, para peserta tidak hanya mengandalkan hafalan atau teknik, tetapi juga perlu menyandarkan hati kepada Allah agar ilmu yang telah dipelajari dapat tersampaikan dengan baik. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas, berusaha maksimal, serta terus menjaga komunikasi selama proses perlombaan.

Lebih jauh, Kepala Seksi PAIS menyampaikan bahwa apa pun hasil yang diraih nanti adalah bagian dari takdir terbaik, sementara proses panjang yang telah dilalui merupakan bentuk jihad dan usaha mulia dalam mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengaku bangga karena para peserta telah menunjukkan kemampuan dan kerja keras hingga terpilih menjadi wakil daerah.

Pada akhir acara, Dr. Akhmad Buhaiti secara resmi melepas kontingen Kabupaten Tasikmalaya untuk mengikuti PENTAS PAI SMA Tingkat Provinsi Jawa Barat dengan penuh doa dan harapan agar mereka dapat membawa pulang hasil terbaik.

Selasa, 11 November 2025

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pembinaan dan Pembagian Sertifikat bagi Guru PAI Lulusan PPG Batch 1 2025

 
Kabupaten Tasikmalaya, 11 November 2025, Sebanyak 70 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tasikmalaya yang dinyatakan lulus Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 1 Tahun 2025 mengikuti kegiatan pembinaan sekaligus pembagian sertifikat PPG. Acara yang berlangsung di Aula Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., beserta jajaran pegawai Seksi PAIS.

Dalam arahannya, Dr. Akhmad Buhaiti menekankan pentingnya dampak nyata setelah memperoleh sertifikasi. Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, tetapi investasi jangka panjang negara terhadap peningkatan kualitas guru. Oleh karena itu, guru yang telah tersertifikasi diharapkan mampu menunjukkan perubahan positif, baik dari sisi kompetensi, efikasi diri, maupun kontribusi nyata bagi sekolah dan lingkungan sekitar.

“Guru yang telah tersertifikasi harus mampu menunjukkan perbedaan, baik dalam cara mengajar, berorganisasi, maupun berkontribusi di masyarakat. Peningkatan kesejahteraan semestinya berbanding lurus dengan peningkatan kinerja,” tegasnya dalam arahannya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menumbuhkan efikasi diri dan empati sosial, terutama bagi sesama rekan guru yang belum tersertifikasi. Beliau juga menginformasikan bahwa tahun 2026 menjadi tahun terakhir penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan (Daljab) bagi guru yang memenuhi syarat, dengan catatan pemerintah daerah siap memberikan dukungan pendanaan. Upaya komunikasi dengan pemerintah daerah, kata beliau, terus dilakukan agar kesempatan bagi guru PAI untuk memperoleh sertifikasi dapat lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Akhmad Buhaiti juga memperkenalkan kembali konsep Ekoteologi dan Kurikulum Cinta, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam implementasi pembelajaran PAI. Beliau mengajak seluruh guru PAI lulusan PPG untuk menanam satu pohon di lingkungan sekolah atau rumah sebagai simbol penerapan konsep ekoteologi, sebuah ikhtiar merawat bumi dan bersedekah udara. Ajakan tersebut disambut antusias dan disetujui oleh seluruh peserta.

Selain pembinaan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan sertifikat PPG yang dipandu oleh para pegawai Seksi PAIS, dilanjutkan dengan penjelasan teknis pemenuhan beban jam mengajar oleh operator SIAGA. Acara diakhiri dengan musafahah (salam-salaman) antara para guru PAI dengan Kepala Seksi PAIS dan seluruh jajaran, dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Melalui kegiatan ini, Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap agar guru PAI yang telah tersertifikasi semakin percaya diri, berdaya guna, dan menjadi teladan dalam mewujudkan pendidikan agama yang berkarakter, berempati, dan berwawasan lingkungan.

Minggu, 09 November 2025

Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Raih Prestasi di Pentas PAI SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025

 
Kabupaten Tasikmalaya, 8 November 2025, Kabar membanggakan datang dari ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kontingen Kabupaten Tasikmalaya berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang beberapa kategori juara dalam kompetisi bergengsi tingkat provinsi tersebut. Adapun raihan prestasi yang diperoleh yaitu: Juara 2 MTQ Putri, Juara 2 Pidato Putra, Juara 2 Content Creator, Juara Harapan 2 Pidato Putri, Juara Harapan 2 MTQ Putra.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi para peserta didik serta guru pendamping yang telah mempersiapkan diri dengan penuh semangat sejak seleksi tingkat kabupaten. Prestasi ini juga merupakan hasil dari kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, MGMP PAI SMK, dan seluruh pihak sekolah yang senantiasa mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan kompetensi peserta didik.

Kepala Seksi PAIS Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas peserta didik, tetapi juga mencerminkan semangat para guru PAI yang senantiasa mendampingi dan membimbing dengan penuh dedikasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Seksi PAIS memberikan semangat dan dorongan agar tetap berjuang dan terus meningkatkan kemampuan. Kegagalan hari ini bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik. Masih banyak kesempatan lain untuk menunjukkan potensi terbaik dalam ajang-ajang berikutnya.

Hal ini sejalan dengan pesan Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., saat pelepasan kontingen sehari sebelumnya, bahwa yang terpenting bukan hanya hasil akhir atau prestasi, tetapi bagaimana peserta berproses, berjuang, dan memberikan penampilan terbaik dengan semangat kejujuran dan sportivitas.

Dengan semangat tersebut, Seksi PAIS berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya untuk terus berinovasi, berkompetisi secara sehat, dan menebarkan nilai-nilai Islam yang berakhlak mulia di setiap langkah perjuangan.

Jumat, 07 November 2025

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Lepas Kontingen PENTAS PAI SMK Provinsi Jawa Barat 2025

 

Kabupaten Tasikmalaya, 7 November 2025, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menggelar acara pelepasan peserta Kontingen Kabupaten Tasikmalaya dalam ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, bertempat Gedung PGM Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, beserta jajaran pegawai Seksi PAIS, pengurus MGMP PAI SMK Kabupaten Tasikmalaya, dan 25 peserta kontingen Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan para juara Pentas PAI tingkat kabupaten.

Para peserta yang akan mewakili Kabupaten Tasikmalaya berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, di antaranya MTQ Putra dan Putri, Pidato PAI Putra dan Putri, Nasyid Acapella, Hadroh, Olimpiade PAI, Content Creator, serta Debat PAI. Mereka merupakan putra-putri terbaik dari berbagai SMK di Kabupaten Tasikmalaya yang siap berlaga membawa nama baik daerah pada ajang tingkat provinsi yang akan diselenggarakan di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Asep Barhia, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan baik. Ia menilai bahwa momen pelepasan ini merupakan bentuk penghargaan atas proses panjang yang telah dilalui para peserta sejak ajang tingkat kabupaten hingga terpilih menjadi perwakilan di tingkat provinsi. Selain menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan kejujuran, ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) turut memberikan dukungan sebagai bentuk apresiasi dan dorongan moral bagi para peserta. Ia berharap, dengan semangat dan doa bersama, seluruh peserta dapat memperoleh hasil terbaik pada ajang provinsi. Setelah memberikan arahannya, beliau secara resmi melepas kontingen Kabupaten Tasikmalaya dengan pembacaan basmallah bersama.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, menegaskan bahwa Pentas PAI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wahana penguatan nilai-nilai keagamaan dan sarana pembentukan karakter siswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan nama baik daerah selama pelaksanaan kegiatan, serta menyampaikan harapan agar kontingen Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan untuk Jawa Barat.

Acara diakhiri dengan doa bersama serta sesi foto antara jajaran Kemenag Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh peserta kontingen sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual sebelum keberangkatan menuju arena PENTAS PAI SMK Provinsi Jawa Barat 2025 di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


Senin, 04 Agustus 2025

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Terbitkan Himbauan Penguatan Literasi Al-Qur’an dan Ekoteologi untuk GPAI

Kabupaten Tasikmalaya – Dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) menerbitkan surat himbauan kepada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 4 Agustus 2025. Himbauan ini menekankan dua program strategis yaitu penguatan literasi Al-Qur’an dan implementasi ekoteologi di lingkungan sekolah.

Surat bernomor B-5031/Kk.10.06/1/HM.00/VIII/2025 tersebut diterbitkan atas arahan langsung dari Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., sebagai bentuk komitmen kuat Seksi PAIS dalam mendorong GPAI menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan dan bentuk tindak lanjut program nasional “Tuntas Baca Tulis Al-Qur’an” serta mendukung penguatan nilai-nilai ekoteologi sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama.

Dalam himbauannya, Guru PAI diharapkan mengambil peran aktif sebagai motor penggerak perubahan, baik dalam aspek religiusitas maupun kepedulian terhadap lingkungan. Terdapat lima poin utama yang ditekankan dalam surat tersebut, yaitu:

1. Menjadi penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah;

2. Menginisiasi gerakan penanaman pohon atau bunga di lingkungan sekolah;

3. Membiasakan kegiatan Shalat Dhuha dan tadarus Al-Qur’an setiap pagi, dengan penekanan pada surat Al-Mulk;

4. Memberikan edukasi komprehensif kepada siswa tentang pentingnya memandang alam sebagai mitra kehidupan, bukan semata objek eksploitasi;

5. Aktif menjadi pegiat ekoteologi serta memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan pentingnya menjaga trilogi kerukunan: kerukunan antarumat beragama, kerukunan dengan alam, dan kerukunan dengan Tuhan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama untuk menjadikan pendidikan agama sebagai pondasi pembentukan karakter siswa yang religius, toleran, dan cinta lingkungan. Melalui peran aktif Guru PAI, diharapkan lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan nilai dan praktik kehidupan yang berkelanjutan.

Dr. Akhmad Buhaiti menjelaskan bahwa ekoteologi bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi mencakup dimensi kosmologis yang lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap konsep ekoteologi harus dimulai dari kesadaran kosmologis yang memandang alam semesta sebagai satu kesatuan ciptaan Tuhan.

“Kosmologi mewujudkan ekoteologi, sehingga etika dan pembiasaan terbangun melalui peran logos dan hakekatnya semua itu dikarenakan peran teologi,” terang beliau.

Dengan diterbitkannya himbauan ini, diharapkan seluruh GPAI dapat berkontribusi aktif, tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat. Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya terus mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya religius dan moderat, tetapi juga ekologis dan berkelanjutan.

Tembusan surat tersebut juga ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat wilayah XII sebagai bentuk koordinasi dan sinergi lintas lembaga dalam mendukung pelaksanaan program prioritas ini.


Surat himbauan dapat didownload di sini 

Senin, 23 September 2024

Berita Education Management Information System (EMIS) PAI

 

Assalaamu’alaikum wb. wb.

Seluruh Guru PAI agar segera cetak Berita Acara Pendataan (BAP) EMIS melalui aplikasi EMIS, dan silahkan upload melalui link:

https://forms.gle/UqdBvPcB27k6csAb7

 

Apabila masih belum mempunyai akun emis aktif silahkan:

1.      Daftar Mandiri melalui link : https://emis.kemenag.go.id/login

2.      Atau melalui google form : https://forms.gle/frbhQQsUG4Rd1aiU8

Demikan perihal Emis ini, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalam

 

Hormat Kami

Kasi PAIS

 

Dr. Akhmad Buhaiti, M.SI


Kamis, 21 September 2023

Aplikasi SIAGA sudah dibuka

Pengumuman

Aplikasi SIAGA telah dibuka. Sambil menunggu Surat Edaran Resmi, silahkan aplikasi Siaga dibuka melalui akun masing-masing. 

Untuk Log in klik : Log in SIAGA

Terima kasih.

Senin, 31 Juli 2023

Mengintegrasikan Data Pendidikan Islam melalui EMIS 4.0

 

Mengintegrasikan Data Pendidikan Islam melalui EMIS 4.0

post-title

Suwendi (Ketua Tim Datinmas Ditjen Pendidikan Islam)

Sistem informasi pendidikan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memiliki jumlah yang sangat besar. Di setiap unit eselon 2 (dua), masing-masing telah memiliki sistem informasi baik terkait dengan data pendidikan Islam maupun layanan yang demikian beragam. Setidaknya, saat ini terdapat 44 (empat puluh empat) aplikasi yang terdapat di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: (1) Direktorat KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan) Madrasah sebanyak 15 aplikasi; (2) Direktorat GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Madrasah sebanyak 5 aplikasi; (3) Direktorat DIKTIS (Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 13 aplikasi; (4) Direktorat PD-PONTREN (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) sebanyak 5 aplikasi; dan (5) Direktorat PAI (Pendidikan Agama Islam) sebanyak 6 aplikasi.

Berbagai aplikasi di atas, baik dalam pengelolaan maupun produksi serta penyajian datanya, masing-masing berdiri sendiri dan belum terkoneksi antar satu dengan aplikasi lainnya. Hal ini berimplikasi pada minimnya kontribusi data yang saling menguatkan dan tidak adanya jaminan validitas data. Oleh karenanya, dibutuhkan sistem informasi yang mampu mengintegrasikan data-data pendidikan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara mudah dan valid.

Di samping itu, sistem informasi pendataan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam belum terkoneksi dan terintegrasi dengan sejumlah Kementerian/Lembaga lainnya. Padahal, sejumlah acuan data dalam aplikasi tersebut memiliki basis yang sama. Misalnya, NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang diproduksi oleh Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah dijadikan acuan baik oleh sejumlah aplikasi di lingkungan Kementerian Agama maupun aplikasi di Kemendikbud seperti Pusdatin, PD-Dikti dan lain-lain. Akan tetapi, sistem informasi pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan beberapa Kementerian/Lembaga tersebut belum terintegrasi secara digital, sehingga diperlukan proses pemadanan data secara manual yang tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Direktorat Jenderal Pendidikan memandang perlu terhadap sistem informasi yang mampu mengintegrasikan sejumlah data-data yang diproduksi oleh sejumlah Kementerian/Lembaga tersebut secara digital, sehingga pada gilirannya diperoleh data yang valid dan akuntable. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam saat ini tengah mengembangkan formula Education Management Information System (EMIS) 4.0. Sistem ini merupakan pemutakhiran atas sistem pendataan EMIS yang mulai diciptakan dan telah digunakan sejak tahun 1998 hingga sekarang. EMIS menjadi instrumen strategis yang diandalkan untuk mengetahui kondisi satuan pendidikan di berbagai jenjang yang tersebar di seluruh Indonesia, di samping sebagai referensi untuk melakukan refleksi diri terhadap kinerja layanan pendidikan Islam dari waktu ke waktu.

EMIS 4.0 ini adalah sebuah konsep yang mengintegrasikan teknologi informasi terkini dengan manajemen pendidikan. Dalam EMIS 4.0, data dan informasi tentang layanan pendidikan, seperti perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, pondok pesantren, data siswa, data guru, data fasilitas pendidikan, serta data lainnya, dikumpulkan, dikelola, dan dianalisis secara terpusat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. EMIS 4.0 juga melibatkan penggunaan teknologi canggih seperti big data, analisis data, dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat, relevan, dan real-time dalam pengambilan keputusan pendidikan.

Dalam konteks EMIS 4.0, sistem informasi yang terintegrasi dan berbasis teknologi canggih memungkinkan pemangku kepentingan pendidikan, seperti pemerintah baik Kementerian Agama maupun Kementerian/Lembaga, perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan, guru, dan siswa, untuk mengakses data dan informasi secara efisien dan cepat. EMIS 4.0 dapat membantu dalam mengoptimalkan manajemen pendidikan, termasuk perencanaan, pengelolaan, pemantauan, dan evaluasi pendidikan. Dengan informasi yang akurat dan real-time, pengambilan keputusan pendidikan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat guna. EMIS 4.0 juga dapat memfasilitasi perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan yang berbasis pada data, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pendidikan. Selain itu, EMIS 4.0 juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran dengan menyediakan data yang relevan tentang prestasi siswa, kemajuan belajar, serta kebutuhan pendidikan individual siswa.

Kehadiran EMIS 4.0 merupakan keniscayaan bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, di antaranya dalam rangka memenuhi target yang diharapkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 83 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Data Pendidikan pada Kementerian Agama. Dalam konsideran KMA tersebut terutama bagian menetapkan angka keempat disebutkan bahwa “Sistem informasi pengelolaan data pendidikan selain Education Management Information System yang ada sebelum Keputusan ini ditetapkan, wajib diintegrasikan dengan Education Management Information System dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2023”.

Sekurang-kurangnya terdapat 2 (dua) hal mendasar atas tuntutan KMA Nomor 83 Tahun 2022. Pertama, terintegrasinya sistem informasi yang ada dalam seluruh layanan pendidikan di setiap unit eselon 1 (satu) di lingkungan Kementerian Agama ke dalam satu sistem informasi, yakni EMIS. Kedua, data-data yang disajikan dalam EMIS tersebut merupakan data yang valid, akurat, real-time, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme keterlibatan stakeholder mulai satuan pendidikan seperti perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan hingga Kementerian Agama baik di tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi hingga Kementerian Agama di pusat.

Dalam konteks integrasi sistem informasi ke dalam EMIS, saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah dan terus melakukan upaya integrasi sistem informasi baik yang ada di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, seperti perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya maupun di unit eselon 1 (satu) lainnya ke dalam satu sistem EMIS 4.0. Dengan dukungan pembiayaan dari Bank Dunia (World Bank), saat ini sudah dan sedang diintegrasikan ke dalam EMIS dengan aplikasi atau sistem informasi lain di internal Kementerian Agama, seperti BOS, PIP, EDM/e-RKAM, AKMI, RDM, SIMPATIKA, SIAGA, dan lain-lain.

Diharapkan, integrasi sistem informasi pendidikan ini dapat tercapai tepat waktu. Namun demikian, khusus yang terkait dengan penyajian data secara lengkap, valid, akurat, real-time, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam EMIS 4.0 tentu ini dibutuhkan mekanisme keterlibatan semua stakeholder mulai satuan pendidikan hingga Kementerian Agama baik di daerah maupun di pusat sehingga menjadi ekosistem pendataan pendidikan yang baik. Sebab, pendataan pendidikan Islam sangat tergantung dari partisipasi dan peran serta individu dan satuan layanan pendidikan serta dorongan pimpinan Kementerian Agama baik di tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota maupun Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi. Produksi data pendidikan Islam diperoleh dari pengelola lembaga pendidikan Islam secara institusional, seperti Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, kepala madrasah (RA/MI/MTs/MA), pimpinan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, dan masyarakat pendidikan Islam secara individual, seperti dosen, mahasiswa, ustad, santri, mahasantri , siswa, dan lain-lain.

Untuk mendorong partisipasi dan peran serta individu dan satuan layanan pendidikan, perlu adanya kolaborasi dengan pimpinan satuan kerja Kementerian Agama untuk dapat memberikan layanan pendataan, mendukung, mendampingi, memantau, dan melakukan upaya-upaya strategis agar pendataan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas dan perannya sesuai dengan tingkatan dan fungsinya masing-masing. Oleh karenanya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-727.1/DJ.I/06/2023 tentang Ekosistem Pendataan Pendidikan Islam Pada Kementerian Agama yang ditandatangani pada tanggal 26 Mei 2023, sebagai turunan dari KMA 83 tahun 2022.

Surat edaran ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menciptakan ekosistem pendataan pendidikan, baik melalui pendekatan top-down maupun buttom-up secara sinergis perlu dilakukan secara sungguh-sungguh. Pendekatan top-down merupakan upaya penciptaan ekosistem pendataan melalui jalur struktural secara hirakis dengan basis regulasi sesuai ketentuaan peraturan perundang-undangan. Sementara pendekatan buttom-up diupayakan untuk meningkatan kesadaran dan partisipasi institusi dan individu layanan pendidikan Islam pada setiap lokasinya masing-masing untuk berperan serta secara proaktif dalam menginput dan melakukan pendataan secara valid, sesuai fakta, dan akuntabel.

Demikian. Semoga manfaat.

Suwendi (Ketua Tim Datinmas Ditjen Pendidikan Islam)

Sumber: kemenag.go.id

Popular Posts