Rabu, 04 Maret 2026

Kajian Ramadan Kemenag, Kepala Seksi PAIS: Momentum Meningkatkan Ketakwaan dan Introspeksi Diri

Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Kajian Ramadan 1447 H pada Rabu (4/3/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya serta disiarkan secara langsung melalui media sosial resmi Kemenag sehingga dapat diikuti oleh masyarakat secara lebih luas.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta melakukan introspeksi diri.

Beliau mengaitkan fenomena gerhana bulan yang terjadi pada awal Ramadan dengan pesan tauhid yang terkandung dalam Surah Fussilat ayat 37. Peristiwa alam tersebut dipandang sebagai pengingat bagi manusia tentang kebesaran dan kekuasaan Allah SWT serta menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran spiritual.

Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat beberapa komitmen tauhid yang perlu ditanamkan dalam diri setiap manusia. Pertama, keyakinan bahwa Allah merupakan Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas seluruh alam semesta. Segala sesuatu yang ada di dunia diciptakan dengan tujuan tertentu, sehingga keberadaan makhluk menunjukkan adanya Sang Pencipta. Kedua, kesadaran bahwa seluruh ciptaan merupakan makhluk Allah yang harus tunduk dan patuh terhadap ketentuan-Nya.

Selain itu, manusia juga diingatkan untuk meneladani ketaatan makhluk ciptaan Allah seperti matahari dan bulan yang senantiasa tunduk pada ketentuan-Nya. Hal tersebut menjadi pelajaran bagi manusia untuk menumbuhkan sikap tawadu serta kesadaran untuk senantiasa berdoa dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Komitmen lainnya adalah meneguhkan keesaan Allah dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan beberapa hikmah dari Surah Fussilat ayat 37, di antaranya pentingnya melakukan introspeksi diri serta menjauhi sifat iri dan dengki dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bulan Ramadan dipandang sebagai fasilitas yang Allah berikan kepada umat manusia untuk memperbaiki diri melalui peningkatan amal ibadah.

Peserta kajian juga diajak untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, serta meningkatkan sedekah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sedekah tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga dapat dilakukan melalui tenaga maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat beberapa unsur penting, yaitu nafsu, syariat, dan akal. Ketiganya perlu dikelola secara seimbang agar manusia mampu mengendalikan dorongan nafsu serta menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan lahiriah dan batiniah selama menjalankan ibadah puasa. Kesehatan spiritual dinilai perlu terus dilatih agar kualitas keimanan seseorang meningkat dari waktu ke waktu.

Mengacu pada Surah An-Nahl ayat 97, dijelaskan bahwa Allah tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin dalam hal kesempatan melakukan kebaikan. Setiap manusia memiliki derajat yang sama untuk melakukan amal saleh, terlebih pada momentum bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Selain itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki manajemen waktu yang baik selama Ramadan, termasuk memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti menjelang berbuka puasa dan saat sahur untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Sebagai bagian dari refleksi spiritual, disampaikan pula enam kecerdasan yang dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam mencapai ketakwaan melalui ibadah puasa, yaitu kecerdasan naturalistik, interpersonal, sosial, eksistensial, spiritual, dan intelektual. Keenam aspek tersebut dapat menjadi sarana evaluasi diri untuk melihat sejauh mana perubahan positif yang terjadi dalam diri selama menjalani ibadah Ramadan.

Melalui kegiatan kajian Ramadan ini, diharapkan seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dapat memanfaatkan momentum bulan suci untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat spiritualitas, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


 

Popular Posts