Selasa, 21 April 2026

Harmonisasi dalam Kebersamaan, Halal Bihalal Akbar Guru PAI Perkuat Sinergi Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya

 

Tasikmalaya, Dalam rangka mempererat tali silaturahim pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik, digelar kegiatan Halal Bihalal Akbar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Harmonisasi dalam Kebersamaan, Membangun Sinergi Guru PAI” ini berlangsung di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya dan diikuti oleh 1.979 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir pula seluruh jajaran Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru PAI atas peran strategisnya dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pembinaan karakter, tidak terlepas dari kontribusi nyata para guru PAI yang hadir langsung di tengah-tengah peserta didik. Guru PAI dipandang sebagai representasi pemerintah dalam membina nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan. Menurutnya, penyampaian materi keagamaan harus diiringi dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari agar dapat diterima dan diteladani oleh peserta didik. Selain itu, guru PAI juga diharapkan mampu membangun komunikasi tidak hanya dengan siswa, tetapi juga dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang utuh.

Dalam konteks perkembangan zaman, guru PAI juga didorong untuk berperan sebagai agen moderasi beragama. Hal ini dinilai penting untuk merespons dinamika sosial di era digital yang memungkinkan arus informasi berkembang sangat cepat. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran, serta menghindarkan peserta didik dari pemahaman yang ekstrem.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan kedinasan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Bandung, menyampaikan apresiasi dan pesan melalui perwakilan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan soliditas guru PAI lintas jenjang. Selain itu, beliau juga mendorong agar sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung program-program penguatan pendidikan agama, termasuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan literasi keagamaan

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Tohir, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang berakhlak dan berintegritas.

Acara ditutup dengan kegiatan musafahah antar peserta yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, serta dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat serta terbangun sinergi yang kuat antar guru PAI dalam mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas di Kabupaten Tasikmalaya.

Popular Posts