Kabupaten
Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan
Agama Islam (PAIS) melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyaluran sertifikat
pendidik bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru
(PPG) Dalam Jabatan Batch 2 LPTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, di Aula Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan diikuti oleh 97 guru PAI lulusan PPG serta dihadiri Kepala Seksi PAIS Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si. beserta jajaran staf. Turut hadir sekaligus memberikan sambutan dan arahan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I.
Acara diawali
dengan pembacaan basmalah dan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan prakata Kepala
Seksi PAIS. Dalam arahannya, Kasi PAIS menekankan bahwa keberhasilan
menuntaskan PPG harus diiringi dengan tumbuhnya rasa tanggung jawab profesional
sebagai guru PAI. Menurutnya, perjuangan selama proses PPG menjadi bagian
penting yang harus dipertanggungjawabkan melalui peningkatan kualitas kinerja
di sekolah masing-masing.
Beliau juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 kebutuhan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) PAI di Kabupaten Tasikmalaya mencapai angka yang sangat besar, sehingga diperlukan sinergi dan komunikasi yang kuat antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta yayasan agar tidak terjadi kendala administratif maupun koordinatif. Selain itu, PAIS juga berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, dalam rangka pengembangan kapasitas guru PAI.
Kasi PAIS turut
menekankan pentingnya kolaborasi antara praktisi dan akademisi dengan
menghadirkan dosen dalam berbagai kegiatan pembinaan, sehingga terjadi dialog
yang lebih dekat antara dunia kampus dan realitas pembelajaran di lapangan. Ia
berharap komunitas guru PAI yang telah terbentuk melalui PPG tidak berhenti
setelah kelulusan, melainkan terus berlanjut dalam berbagai program
pengembangan profesional.
Sementara itu, Plt
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dalam sambutan dan
arahannya menegaskan bahwa guru PAI yang telah lulus PPG harus mampu menjadi
teladan bagi guru lainnya, baik dalam kedisiplinan, sikap, maupun
profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa tidak semua guru otomatis menjadi
pendidik, karena pendidik memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar
mentransfer ilmu, yakni membentuk karakter dan membimbing peserta didik secara
utuh.
Ia juga mengajak guru untuk memahami ragam motivasi belajar siswa. Menurutnya, ada peserta didik yang belajar hanya berorientasi nilai, namun ada pula yang belajar untuk benar-benar memahami. Guru PAI diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar yang kedua dengan pendekatan yang penuh keyakinan, empati, dan prasangka baik terhadap potensi setiap anak.
Kegiatan pembinaan
ini juga diisi dengan workshop bertema TikTok Pedagogy yang disampaikan oleh
Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak. Materi ini membahas pemanfaatan platform media
sosial, khususnya TikTok, sebagai media pembelajaran kreatif dan kontekstual.
Guru diajak memahami bagaimana konten edukatif singkat dapat dirancang secara
menarik, tetap bernilai, dan sesuai dengan etika serta tujuan pendidikan,
sehingga mampu menjangkau karakter belajar generasi digital tanpa meninggalkan
substansi keilmuan.
Setelah rangkaian
pembinaan dan workshop, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran sertifikat
pendidik kepada para guru PAI lulusan PPG Batch 2. Pada kesempatan yang sama
juga dilaksanakan sosialisasi terkait mekanisme penyaluran TPG serta penguatan
administrasi melalui sistem SIAGA.
Melalui kegiatan
ini, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap para guru PAI yang telah
tersertifikasi semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta
mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Islam di sekolah
dan penguatan karakter religius peserta didik.



.jpeg)