Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2026

Dua Cabang Lomba Berhasil Diukir, Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Tunjukkan Prestasi pada Pentas PAI SD Tingkat Jawa Barat 2026

Kota Bekasi, Kontingen Kabupaten Tasikmalaya berhasil menorehkan prestasi pada ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Jenjang SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi pada 17 - 18 Juli 2026.

Kabupaten Tasikmalaya mengirimkan 27 peserta dengan 12 cabang perlombaan setelah sebelumnya berhasil lolos melalui seleksi tingkat kabupaten. Keikutsertaan kontingen didampingi oleh guru pembimbing, Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD Kabupaten Tasikmalaya, serta mendapat dukungan dari Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil keputusan dewan juri, kontingen Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih Juara II Cabang Kaligrafi Putri serta Juara Harapan III Cabang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Putra. Sementara itu, pada klasemen akhir perolehan nilai, Kabupaten Tasikmalaya menempati peringkat ke-11 dari 27 kabupaten/kota peserta. Adapun predikat Juara Umum Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 diraih oleh Kota Bandung.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, pengurus KKG PAI SD, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan dan mendampingi kontingen Kabupaten Tasikmalaya sejak tahap seleksi hingga tingkat provinsi.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan kolaboratif. Meskipun masih terdapat ruang untuk meningkatkan prestasi, keberhasilan meraih dua penghargaan di tingkat provinsi menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan, baik dalam aspek kompetensi keagamaan maupun pembentukan karakter peserta didik.


Beliau berharap hasil Pentas PAI tahun ini menjadi penyemangat bagi seluruh Guru Pendidikan Agama Islam untuk terus membina peserta didik secara berkelanjutan sehingga pada pelaksanaan Pentas PAI mendatang Kabupaten Tasikmalaya mampu meraih prestasi yang lebih baik dan semakin mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Jumat, 17 Juli 2026

PENTAS PAI SD Tingkat Jabar 2026 Resmi Dibuka, Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Siap Tampilkan Prestasi dan Karakter Islami

 

Kota Bekasi, Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 resmi dibuka pada Jumat (17/7/2026) di Asrama Haji Bekasi. Mengusung tema “Mengukir Prestasi melalui Seni Islami dan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam”, kegiatan ini menjadi ajang pengembangan bakat, karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi peserta didik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh Kasubdit PAI Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota atau yang mewakili, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Barat, kepala dinas pendidikan atau yang mewakili, pengurus KKG PAI SD se-Jawa Barat, kepala sekolah, guru pembimbing, para peserta, serta Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, dan jajaran Polres Metro Bekasi.

Kabupaten Tasikmalaya turut ambil bagian dalam ajang tersebut melalui kafilah yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., beserta jajaran Seksi PAIS, bersama perwakilan Dinas Pendidikan, pengurus KKG PAI SD, guru pendamping, serta para peserta yang akan berlaga pada berbagai cabang lomba. Pada defile pembukaan, Kabupaten Tasikmalaya mendapat nomor urut 24 dari total 27 kontingen peserta se-Jawa Barat.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan berbagai penampilan seni budaya dan religius, di antaranya persembahan Hymne oleh guru dan kepala sekolah Kecamatan Bekasi Selatan, Tari Saman dari SD Islam Darussalam Kota Bekasi, pertunjukan angklung, serta beragam atraksi seni lainnya yang dibawakan oleh guru dan peserta didik sebagai wujud kolaborasi pendidikan, budaya, dan nilai-nilai keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa PENTAS PAI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wahana pembentukan karakter peserta didik melalui penguatan akhlak, nilai-nilai keislaman, dan semangat toleransi. Seluruh peserta diharapkan mampu menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kebersamaan, serta menampilkan kemampuan terbaik sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa setiap kompetisi merupakan bagian dari proses pendidikan yang harus dimaknai sebagai ruang belajar dan pembentukan karakter. Menurutnya, keberanian untuk tampil, kejujuran dalam berkompetisi, serta semangat memberikan yang terbaik merupakan nilai yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar meraih kemenangan. Usai penyampaian sambutan, Wali Kota Bekasi secara resmi membuka PENTAS PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang ditandai dengan pembukaan seremonial bersama seluruh tamu undangan.

Secara terpisah Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, dan pengurus KKG PAI SD yang telah mempersiapkan kontingen Kabupaten Tasikmalaya dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keikutsertaan dalam PENTAS PAI merupakan bagian dari proses pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta ikhtiar menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik melalui kompetisi yang sehat dan bermartabat.

Perkuat Sinergi Layanan PAI, Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Rakor dan Evaluasi PAI Tingkat Jawa Barat

 

Kota Bekasi, Jumat, 17 Juli 2026, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, para Ketua Tim Bidang PAI, serta Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Dalam arahannya, Kepala Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Asnawi, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Kanwil, Kementerian Agama Kabupaten/Kota, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal berbagai program prioritas Pendidikan Agama Islam. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada koordinasi yang baik dan komitmen seluruh pihak dalam pelaksanaannya.

Selain melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program Pendidikan Agama Islam, rapat tersebut juga membahas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Pendidikan Agama Islam Tahun 2026. Dalam forum tersebut dipaparkan kondisi kebutuhan anggaran TPG di Jawa Barat yang masih memerlukan tambahan alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa proses penambahan anggaran terus diupayakan melalui mekanisme yang berlaku agar hak para guru PAI dapat terpenuhi sesuai ketentuan.

Pembahasan lainnya mencakup penguatan implementasi program prioritas nasional, di antaranya peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam, percepatan Program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ), penguatan validitas data pada aplikasi SIAGA, serta peningkatan kualitas pembinaan melalui forum KKG, MGMP, FKG PAI, dan pengawas PAI.

Keikutsertaan Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Seksi PAIS untuk terus memperkuat koordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program strategis dapat ditindaklanjuti secara optimal di Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi, penguatan kolaborasi, serta percepatan implementasi berbagai program Pendidikan Agama Islam sehingga pelayanan kepada guru PAI dan peserta didik di Kabupaten Tasikmalaya maupun di seluruh Jawa Barat semakin profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Selasa, 14 Juli 2026

Kemenag dan Disdik Kabupaten Tasikmalaya Lepas Kafilah Pentas PAI SD Menuju Tingkat Provinsi Jawa Barat

 

Kabupaten Tasikmalaya, Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya secara resmi melepas Kafilah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD Kabupaten Tasikmalaya untuk mengikuti Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, Selasa (14/7/2026). Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada para peserta yang akan mewakili Kabupaten Tasikmalaya di tingkat provinsi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H. Subhan Halili, S.E. beserta jajaran Seksi PAIS, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Pokjawas PAI, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Tasikmalaya, seluruh Ketua KKG PAI SD dari setiap wilayah, serta para peserta dan guru pendamping.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KKG PAI SD dan guru pembimbing yang telah memberikan pembinaan secara optimal sehingga peserta terbaik Kabupaten Tasikmalaya dapat melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pembinaan pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga harus menyentuh seluruh peserta didik, termasuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur'an.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang berhasil menjadi wakil daerah pada ajang Pentas PAI tingkat provinsi. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan karakter peserta didik dalam bidang Pendidikan Agama Islam sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan secara resmi melepas kafilah Pentas PAI SD Kabupaten Tasikmalaya menuju ajang Pentas PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 dijadwalkan dibuka di Asrama Haji Bekasi pada hari Jumat 17 Juli 2026 pukul 13.00 WIB. Kabupaten Tasikmalaya mengirimkan 27 siswa-siswi yang akan berlaga pada 12 cabang lomba, dengan nomor defile 24 dari total 27 kabupaten/kota peserta se-Jawa Barat.

Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap seluruh kafilah dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjaga nama baik daerah, serta menjadikan ajang Pentas PAI sebagai sarana memperkuat karakter religius, meningkatkan prestasi, dan menumbuhkan semangat untuk terus mencintai serta mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Senin, 06 Juli 2026

Kemenag Tasikmalaya Bersama MGMP PAI Mulai Rumuskan Kepengurusan ROHIS SMA/SMK Tingkat Kabupaten

 

Kabupaten Tasikmalaya, Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya mulai menginisiasi pembentukan kepengurusan Rohani Islam (ROHIS) SMA/SMK Tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Nomor B-964/Kw.10/IV/PP.00/05/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Pembentukan Pengurus ROHIS. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H. Subhan Halili, S.E., Ketua Pokjawas PAI, Ketua dan Pengurus MGMP PAI SMA Kabupaten Tasikmalaya, serta Ketua dan Pengurus MGMP PAI SMK Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan bahwa keberadaan ROHIS perlu terus diperkuat sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan aktivitas keagamaan peserta didik di lingkungan sekolah. Selain menjadi ruang pembinaan spiritual, ROHIS juga diharapkan mampu menjadi media koordinasi antarsekolah sehingga berbagai program keagamaan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Melalui forum koordinasi tersebut disepakati pentingnya melakukan pendataan organisasi keagamaan Islam yang telah ada di seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Tasikmalaya, baik yang menggunakan nama ROHIS maupun organisasi keagamaan Islam dengan nama lain. Pendataan ini menjadi langkah awal dalam membangun jejaring pembinaan keagamaan yang lebih terpadu di tingkat kabupaten.

Selain itu, penyusunan konsep kepengurusan ROHIS SMA/SMK Tingkat Kabupaten Tasikmalaya diserahkan kepada MGMP PAI SMA dan MGMP PAI SMK Kabupaten Tasikmalaya untuk dirumuskan secara bersama. Hasil penyusunan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan kembali dengan Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya sebelum ditetapkan dan dibentuk secara resmi.

Melalui koordinasi ini, Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap terbentuknya kepengurusan ROHIS SMA/SMK tingkat kabupaten dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, MGMP PAI, dan satuan pendidikan dalam membina generasi muda yang religius, moderat, berkarakter, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah maupun masyarakat.


Kamis, 04 Juni 2026

Kanwil Kemenag Jawa Barat Dorong Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya

 

Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan pembinaan dari Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam kegiatan pembinaan keagamaan dan peningkatan kompetensi guru, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya tersebut menjadi momentum penguatan profesionalisme guru PAI sekaligus penyampaian berbagai kebijakan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan agama Islam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat H. Asnawi, S.Ag., M.Pd., Ketua Tim PAI pada Sistem Informasi H. Tayubi, S.Si., M.M., Ketua Tim PAI pada SD/SDLB H. Anton Faisal El-Fasya, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H. Subhan Halili, S.E., beserta jajaran Seksi PAIS.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya mengingatkan bahwa profesionalisme guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, tantangan pendidikan di era digital menuntut guru untuk tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing peserta didik agar memiliki kemampuan menyaring berbagai pengaruh negatif tkneologi. Pendidikan agama, lanjutnya, harus menjadi fondasi dalam menanamkan nilai tauhid, membentuk akhlak, serta memperkuat karakter peserta didik sejak dini.

Sementara itu, Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh guru PAI untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik profesional. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah diikuti merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru, sehingga perlu diimbangi dengan semangat belajar sepanjang hayat, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara linear.

Selain itu, Kabid PAI juga menegaskan pentingnya menyukseskan Program Tuntas Baca Al-Qur'an bagi guru PAI di Jawa Barat. Melalui forum KKG, MGMP, maupun FKG PAI, guru didorong untuk saling mendukung dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an. Beliau mengingatkan agar guru tidak merasa malu untuk terus belajar, terutama bagi yang hasil asesmennya masih berada pada kategori dasar. Menurutnya, penguatan kompetensi baca Al-Qur'an menjadi langkah penting agar guru PAI benar-benar mampu menjadi teladan sebelum mentransformasikan ilmu kepada peserta didik.

Pada sesi berikutnya, Ketua Tim PAI pada Sistem Informasi, H. Tayubi, S.Si., M.M., menyampaikan pentingnya ketelitian dalam pengelolaan data guru melalui aplikasi SIAGA. Ia mengungkapkan masih ditemukannya sejumlah data residu pada guru PAI bersertifikat, seperti ketidaksesuaian mata pelajaran yang diampu, latar belakang pendidikan, maupun data kepegawaian. Oleh karena itu, guru diminta secara aktif memeriksa dan memperbarui data pribadinya agar tidak berdampak terhadap layanan kepegawaian maupun penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Hal senada disampaikan Ketua Tim PAI pada SD/SDLB, H. Anton Faisal El-Fasya. Beliau menjelaskan bahwa tunjangan profesi merupakan bentuk penghargaan negara atas profesionalitas guru sebagaimana diamanatkan dalam regulasi yang berlaku. Karena itu, guru diharapkan memenuhi seluruh kewajiban administrasi, termasuk mengunggah presensi sesuai ketentuan dan memastikan data dalam SIAGA telah valid. Beliau juga mengingatkan agar guru segera melaporkan apabila terdapat potensi data ganda atau ketidaksesuaian yang dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya semakin memahami berbagai kebijakan terbaru, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, serta terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan agama Islam yang berkualitas. Dengan sinergi antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, serta forum-forum profesi guru, upaya mewujudkan guru PAI yang kompeten, adaptif, dan berintegritas diharapkan dapat terus diperkuat demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.




FKG PAI TK Kabupaten Tasikmalaya Gelar Workshop Tahsin Al-Qur’an untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

 

Kabupaten Tasikmalaya, Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak (FKG PAI TK) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Workshop Bedah Tajwid dan Tahsin untuk Memperindah Bacaan Al-Qur’an di Aula KKG SD Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang mengusung slogan TARAPTI (Terampil, Rajin, dan Fasih dalam Mengaji) ini diikuti oleh 55 guru PAI TK dari berbagai wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) H. Subhan Halili, S.E. beserta jajaran Seksi PAIS, Ketua Pokjawas PAI, serta pengurus FKG PAI TK Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua FKG PAI TK Kabupaten Tasikmalaya, Hernawati, S.Pd., menyampaikan bahwa forum terus berupaya membangun budaya apresiasi dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Salah satu program yang tengah dirancang bersama Seksi PAIS adalah pemberian penghargaan kepada anggota yang aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan forum selama satu tahun.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS H. Subhan Halili, S.E. mengapresiasi komitmen FKG PAI TK yang terus menghadirkan program penguatan kompetensi guru, khususnya dalam bidang tahsin Al-Qur’an. Menurutnya, guru PAI harus menjadi teladan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sebelum mengajarkannya kepada peserta didik. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa ditindaklanjuti melalui kelompok belajar atau talaqqi secara rutin sehingga peningkatan kompetensi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai religius. Menurutnya, pendidikan agama sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik agar mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak. 

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bedah tajwid dan tahsin Al-Qur’an oleh H. Yayan Ali Sofyana, S.Pd.I. Selain mengulas kaidah tajwid, narasumber juga membahas kandungan Surat Al-Baqarah ayat 21 sebagai penguatan pemahaman keagamaan bagi para peserta.

Melalui kegiatan ini, FKG PAI TK bersama Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap kualitas bacaan Al-Qur’an guru PAI TK semakin meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam sejak jenjang pendidikan usia dini.

Senin, 25 Mei 2026

Pentas PAI SMP Kabupaten Tasikmalaya 2026 Jadi Ajang Penguatan Karakter dan Spiritualitas Generasi Muda

 


Tasikmalaya, Senin, 25 Mei 2026, telah dilaksanakan pembukaan sekaligus pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SMP Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 yang bertempat di SMPN 1 Karangnunggal. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik tingkat SMP di Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si. beserta jajarannya, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) H. Subhan Halili, S,E. beserta jajaran Seksi PAIS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Ketua MKKS SMP Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Kepala SMPN 1 Karangnunggal, para pengawas PAI, Ketua MGMP PAI Kabupaten Tasikmalaya, kepala sekolah SMP se-Kabupaten Tasikmalaya, Ketua MKKS Wilayah Karangnunggal, Camat Karangnunggal, panitia, dewan hakim, guru pembimbing, serta para peserta Pentas PAI.

Peserta Pentas PAI SMP Tahun 2026 merupakan hasil seleksi dari tujuh wilayah di Kabupaten Tasikmalaya dengan mengambil tiga peserta terbaik dari masing-masing wilayah untuk setiap mata lomba. Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh 254 siswa dari 168 SMP se-Kabupaten Tasikmalaya.

Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya MTQ Putra dan Putri, Pidato Putra dan Putri, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Tahfidz Putra dan Putri, Kaligrafi Putra dan Putri, serta Olimpiade PAI. Pelaksanaan kegiatan juga semakin meriah dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas dari para siswa.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa Pentas PAI merupakan salah satu upaya dalam menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya bertujuan membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mampu membangun kecerdasan spiritual dan emosional yang seimbang.

Beliau menjelaskan bahwa Pentas PAI menjadi sarana bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan minat dalam bidang keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentengi generasi muda dari berbagai tantangan negatif di era digital, khususnya dampak penyalahgunaan internet yang semakin mudah diakses.

Dalam arahannya, beliau juga menekankan pentingnya menanamkan nilai muroqobatullah, yakni kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun karakter jujur, menjaga diri dari perilaku negatif, serta menjadi penguat spiritual bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Kepala Seksi PAIS turut mengapresiasi kerja keras panitia, guru pembimbing, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Pentas PAI SMP Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan ajang tersebut sebagai sarana belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Pentas PAI sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Kegiatan Pentas PAI SMP Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Diharapkan melalui kegiatan ini lahir generasi muda Kabupaten Tasikmalaya yang unggul dalam prestasi, kuat dalam spiritualitas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Senin, 04 Mei 2026

Ajang Talenta Murid Kabupaten Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Pentas PAI Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Prestasi Siswa

 


Tasikmalaya, Kegiatan Opening Ceremony Ajang Talenta Murid Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 resmi dilaksanakan pada Senin (4/5/2026) bertempat di SMP KHZ. Musthafa, Komplek Pesantren Sukamanah, Kecamatan Sukarame. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perlombaan yang meliputi Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI), Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang sekolah dasar tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H. Subhan Halili, S.E., beserta jajaran staf Seksi PAIS, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya H. Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, unsur Muspika Kecamatan Sukarame, pengawas sekolah dan pengawas PAI, pengurus organisasi pendidikan, para kepala sekolah, guru pembimbing, serta peserta didik terbaik dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Ajang talenta murid tahun ini diikuti oleh total 1.638 peserta didik yang akan berlomba selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Mei 2026. Perlombaan dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni MAN 1 Tasikmalaya, SMA KHZ Musthafa, dan SMP KHZ Musthafa.

Dalam cabang Pentas PAI, sebanyak 936 siswa mengikuti delapan mata lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Pildacil, kaligrafi, adzan, Lomba Cerdas Cermat (LCC), praktik salat, dan qosidah. Sementara itu, FLS3N diikuti 390 peserta dengan tujuh cabang lomba seni dan budaya, sedangkan OSN diikuti 312 siswa dalam delapan bidang kompetisi akademik.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Ia menilai ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana silaturahmi, evaluasi, dan pembinaan generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan nilai-nilai keagamaan.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pendidikan agama dalam menghadapi tantangan generasi emas Indonesia tahun 2045. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, sikap moderat, dan kepedulian sosial yang baik.

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen memberikan pendampingan dan penguatan pendidikan agama di sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang religius, toleran, dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., menyampaikan bahwa Pentas PAI menjadi salah satu ruang strategis dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai Islam sekaligus membangun mental percaya diri, kreativitas, dan sportivitas. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya didorong untuk berprestasi, tetapi juga belajar mengembangkan akhlak, kerja sama, serta semangat kompetisi yang sehat.

Beliau juga berharap kegiatan Pentas PAI mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan yang baik sekaligus mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain sebagai ajang kompetisi, Pentas PAI diharapkan menjadi sarana pembinaan berkelanjutan dalam memperkuat identitas religius Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melalui seremoni simbolis pembukaan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari kreasi dari para siswa dan iring-iringan defile peserta dari 39 kecamatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Melalui pelaksanaan Ajang Talenta Murid Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi Kabupaten Tasikmalaya yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta mampu menjaga nilai-nilai religius dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Selasa, 21 April 2026

Harmonisasi dalam Kebersamaan, Halal Bihalal Akbar Guru PAI Perkuat Sinergi Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya

 

Tasikmalaya, Dalam rangka mempererat tali silaturahim pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik, digelar kegiatan Halal Bihalal Akbar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Harmonisasi dalam Kebersamaan, Membangun Sinergi Guru PAI” ini berlangsung di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya dan diikuti oleh 1.979 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir pula seluruh jajaran Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru PAI atas peran strategisnya dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pembinaan karakter, tidak terlepas dari kontribusi nyata para guru PAI yang hadir langsung di tengah-tengah peserta didik. Guru PAI dipandang sebagai representasi pemerintah dalam membina nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan. Menurutnya, penyampaian materi keagamaan harus diiringi dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari agar dapat diterima dan diteladani oleh peserta didik. Selain itu, guru PAI juga diharapkan mampu membangun komunikasi tidak hanya dengan siswa, tetapi juga dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang utuh.

Dalam konteks perkembangan zaman, guru PAI juga didorong untuk berperan sebagai agen moderasi beragama. Hal ini dinilai penting untuk merespons dinamika sosial di era digital yang memungkinkan arus informasi berkembang sangat cepat. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran, serta menghindarkan peserta didik dari pemahaman yang ekstrem.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan kedinasan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Bandung, menyampaikan apresiasi dan pesan melalui perwakilan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan soliditas guru PAI lintas jenjang. Selain itu, beliau juga mendorong agar sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung program-program penguatan pendidikan agama, termasuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan literasi keagamaan

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Tohir, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang berakhlak dan berintegritas.

Acara ditutup dengan kegiatan musafahah antar peserta yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, serta dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat serta terbangun sinergi yang kuat antar guru PAI dalam mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas di Kabupaten Tasikmalaya.

Senin, 06 April 2026

Pertemuan KKG Kabupaten Tasikmalaya: Penguatan Peran Guru PAI dan Persiapan Pentas PAI 2026

 

Tasikmalaya, Kegiatan pertemuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang dirangkaikan dengan technical meeting Pentas PAI Tahun 2026 dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) bertempat di SDN 2 Cimerah, Kecamatan Sukarame. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., Kepala Seksi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan, Ketua Pengawas PAI, pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), serta perwakilan guru PAI SD Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek teknis pelaksanaan Pentas PAI, tetapi juga menjadi forum strategis dalam penguatan peran, identitas, dan profesionalitas guru PAI. Dalam agenda kegiatan, selain pemaparan teknis lomba, juga disampaikan berbagai informasi kelembagaan KKG serta arah kebijakan pembinaan guru PAI ke depan.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menekankan pentingnya memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap guru PAI. Beliau mengingatkan bahwa eksistensi guru PAI harus terus diperkuat melalui kontribusi nyata, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peran pengurus KKG dinilai sangat penting dalam mengidentifikasi potensi, membina, serta menggerakkan guru agar lebih aktif dan berkembang.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa guru PAI perlu memiliki kesadaran dalam membangun citra positif, termasuk melalui pemanfaatan media sosial secara bijak. Penguatan akidah dan pemahaman moderasi beragama menjadi hal yang tidak terpisahkan, guna menjaga nilai-nilai toleransi serta menghindari stigma negatif terhadap daerah. Guru PAI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai keseimbangan, kedamaian, dan sikap saling menghargai di lingkungan pendidikan.

Selain itu, guru PAI juga didorong untuk tidak berhenti pada zona nyaman, melainkan terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Status sebagai ASN maupun PPPK harus menjadi motivasi untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik, serta memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. Penting pula adanya kesinambungan pembinaan peserta didik agar potensi yang dimiliki dapat berkembang hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, pengawas, serta komunitas guru PAI dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Tasikmalaya. Selain sebagai ajang koordinasi persiapan Pentas PAI, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan guru PAI yang profesional, berintegritas, dan berdampak.



Pembukaan Lomba Tingkat SD Kecamatan Singaparna, Dorong Siswa Berprestasi dan Berkarakter

 

Tasikmalaya, Pembukaan serempak lomba tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Singaparna resmi dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) di Lapangan Sepak Bola Cimanglid, Singaparna. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Dinas Pendidikan, para pengawas, serta perwakilan kepala sekolah, guru, dan siswa dari seluruh SD di Kecamatan Singaparna.

Mengusung tema “Murid Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia, dan Berprestasi”, kegiatan ini menjadi ajang pengembangan potensi peserta didik baik di bidang akademik maupun non-akademik. Berbagai perlombaan yang diselenggarakan meliputi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), lomba akademik, Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Tasikmalaya menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh sekolah dalam setiap ajang kompetisi. Beliau mengingatkan agar keikutsertaan dalam lomba tidak menurun dari tahun ke tahun, melainkan terus meningkat sebagai bagian dari upaya pembinaan prestasi siswa secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai tasamuh (toleransi), keseimbangan, dan moderasi beragama kepada peserta didik. Hal tersebut dinilai penting agar lingkungan pendidikan tetap kondusif, harmonis, serta mampu mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Beliau juga menegaskan bahwa pendidikan agama harus menjadi sumber nilai kebaikan yang memperkuat persatuan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, seluruh pendidik dan peserta didik diharapkan dapat bersama-sama menjaga citra Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah religius yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa pelaksanaan Pentas PAI tingkat Kecamatan Singaparna akan digelar pada 22–23 April 2026, dengan berbagai cabang lomba seperti qasidah, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat (LCC), kaligrafi, praktik salat, azan, dan pidato da’i cilik (pildacil).Kegiatan pembukaan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara bersama para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan janji atlet dan wasit sebagai bentuk komitmen menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran dalam perlombaan.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan berbagai atraksi dan kesenian dari perwakilan siswa SD, yang menampilkan kreativitas dan bakat seni peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum positif dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.


Rabu, 11 Maret 2026

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Dorong Guru PAI Naik Level Kompetensi dan Kebersamaan


Kabupaten Tasikmalaya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melaksanakan kegiatan pembinaan sekaligus pembagian rekening bagi 97 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2025 LPTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (11/3/2026) di Aula Kemenag Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi PAIS Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., beserta jajaran Seksi PAIS serta guru PAI yang menjadi peserta kegiatan.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menjelaskan bahwa pembagian rekening bagi guru PAI lulusan PPG tidak direncanakan secara khusus untuk dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Menurutnya, waktu pelaksanaan kegiatan tersebut lebih dipengaruhi oleh proses administrasi dan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran.

Beliau menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat rencana penundaan kegiatan karena adanya informasi dari pemerintah pusat bahwa pembayaran bagi lulusan PPG tahun 2025 masih menunggu tambahan anggaran. Proses penyesuaian anggaran tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan karena mekanisme penganggaran mengikuti dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah ditetapkan setiap tahun. 

Kepala Seksi PAIS juga menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk pembayaran tunjangan profesi guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar puluhan miliar rupiah dalam satu tahun. Setelah anggaran tersedia, proses pencairan tidak dapat langsung dilakukan karena harus menunggu petunjuk teknis yang mengatur mekanisme penyaluran. Beliau menyebutkan bahwa petunjuk teknis tersebut biasanya terbit pada pertengahan tahun, namun pada tahun ini terbit lebih awal sehingga proses administrasi dapat dipersiapkan lebih cepat.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mendorong para guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an. Berdasarkan hasil asesmen program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang telah dilakukan sebelumnya, masih terdapat guru yang berada pada tingkat pratama sehingga perlu terus meningkatkan kemampuan hingga mencapai tingkat mahir. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih dan sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi mendasar yang harus dimiliki oleh seorang guru PAI.

Selain itu, Kepala Seksi PAIS mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai di tengah adanya perbedaan kebijakan dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru. Perbedaan pola pembiayaan maupun mekanisme program di berbagai periode kebijakan diharapkan tidak menimbulkan perbandingan yang kurang sehat di antara sesama guru. Perubahan kebijakan, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika regulasi yang telah dirancang oleh pemerintah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pada setiap periode.

Beliau juga mengajak para guru untuk menjadikan kesempatan yang ada sebagai bentuk syukur dengan meningkatkan kualitas pengabdian. Dalam penjelasannya, ia mengutip konsep dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang membagi manusia ke dalam tiga golongan, yaitu golongan orang yang selamat (salim), golongan orang yang beruntung (rabih), dan golongan orang yang merugi (khasir).

Guru PAI diharapkan tidak hanya berada pada tingkat selamat dengan sekadar menjalankan kewajiban mengajar, tetapi mampu mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam organisasi profesi, dukungan terhadap kebijakan pendidikan, serta kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan agama Islam.

Beliau menambahkan bahwa kondisi ketersediaan anggaran di setiap daerah tidak selalu sama. Beberapa daerah bahkan masih menunggu proses pencairan untuk program PPG tahun 2025. Oleh karena itu, pencairan yang dapat dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan dapat disyukuri sebagai bagian dari upaya pelayanan yang terus dioptimalkan.

Sebagai penutup, Kepala Seksi PAIS menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut dapat memperkuat komunikasi antara para guru PAI dengan Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Beliau juga membuka ruang komunikasi bagi para guru untuk menyampaikan masukan atau kendala secara langsung kepada Seksi PAIS sehingga solusi yang diberikan dapat lebih tepat dan konstruktif.

Setelah kegiatan pembinaan selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian rekening kepada para guru PAI lulusan PPG yang dipandu langsung oleh pihak Bank BJB Syariah guna mendukung kelancaran proses administrasi penyaluran hak-hak guru ke depan.

Tak Hanya Mengajar, Guru PAI Didorong Berkontribusi bagi Pendidikan Agama di Kabupaten Tasikmalaya

 

Kabupaten Tasikmalaya, Sebanyak 71 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025 LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi guru PAI sekaligus pembagian rekening pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, beserta jajaran staf Seksi PAIS. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan komunikasi dan pembinaan bagi para guru PAI yang telah menyelesaikan program PPG.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan refleksi mengenai peran dan tanggung jawab guru melalui pemaparan konsep yang terdapat dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa manusia dapat dikelompokkan dalam tiga tingkatan, yaitu golongan orang yang selamat (salim), golongan orang yang beruntung (rabih), dan golongan orang yang merugi (khasir).

Beliau menjelaskan bahwa golongan salim adalah mereka yang menjalankan kewajiban serta menjauhi larangan. Sementara itu, golongan rabih merupakan tingkatan yang lebih tinggi karena tidak hanya melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan, tetapi juga berupaya menunaikan amalan-amalan sunnah. Adapun golongan khasir adalah mereka yang lalai terhadap kewajiban dan justru melakukan hal-hal yang dilarang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa guru PAI diharapkan tidak hanya berada pada tingkat selamat, tetapi mampu mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan terus berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, baik di lingkungan sekolah maupun dalam mendukung pembangunan pendidikan di daerah.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif para guru dalam berbagai program pembinaan dan forum komunikasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Partisipasi aktif dinilai penting agar informasi kebijakan dan program pembinaan dapat tersampaikan dengan baik serta dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kebijakan pemerintah dalam pengembangan profesi guru terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan regulasi. Oleh karena itu, para guru diharapkan dapat memahami dinamika kebijakan tersebut secara bijak serta menjaga sikap saling menghargai di antara sesama guru yang mengikuti berbagai skema program yang pernah berlaku.

Kepala Seksi PAIS juga mengajak para guru untuk terus meningkatkan ikhtiar dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, serta tidak berhenti pada zona nyaman dalam menjalankan profesi. Melalui semangat kebersamaan dan soliditas yang telah terbangun, diharapkan para guru PAI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan mutu pendidikan agama Islam.

Setelah rangkaian pembinaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rekening bagi 71 guru PAI lulusan PPG. Proses pembagian rekening tersebut dipandu langsung oleh pihak Bank BJB Syariah (BJBS) untuk mempermudah proses administrasi yang berkaitan dengan penyaluran hak-hak guru ke depan.



Popular Posts